Pengertian makanan beku Frozen Food saat ini sudah cukup populer di wilayah Indonesia. Tidak heran jika banyak produsen makanan beku yang bertebaran, mulai dari kelas UKM (Usaha Kecil serta Menengah) hingga kelas Industri. Siapa yang tidak mengenal sosis So Nice, yang iklan nya sangat begitu gencar di media televisi Indonesia. Juga Nugget yang biasa dijajakan tidak hanya di modern market tetapi juga dijual di pasar pasar. Bagi kita yang belum bisa mengetahuinya, maka pada pembahasan kali ini kita akan bisa memberikan materi mengenai pengertian frozenfood, ciri, dan contoh produknya.

Frozen Food

Dalam sejarahnya makanan beku (frozen food) sudah ada sejak sekitar 3000 tahun sebelum masehi, ketika masyarakat Cina kuno mulai bisa menggunakan es untuk mempertahankan makananya di sepanjang musim dingin. Begitu pula orang Romawi yang dapat menggunakan salju untuk membekukan makanannya.

Untuk pertama kalinya yaitu pada 1930 di Springfield, Massachusetts, seorang yang bernama Clarence Birdseye sudah memperkenalkan makanan beku berupa sayuran, buah-buahan, seafoods, dan daging yang dijual kepada masyarakat. Di Indonesia makanan beku mulai dapat diperkenalkan oleh orang-orang Cina dan Jepang.

Secara umum pembuatan produk beku melalui beberapa tahap mulai yaitu dari persiapan raw material (bahan baku), proses pencetakan atau forming (untuk produk seperti bakso, nugget), pelapisan (coating), menggorengan (frying), membekuan (freezing) serta pengemasan (packaging).

Salah satu contoh makan beku yang banyak ditemui di pasaran ialah nugget, terutama chicken nugget dengan berbagai variasi bentuk. Bahan baku yang bisa digunakan lebih banyak berupa daging beku (sapi,ikan atau ayam)

Ciri Frozen Food
Selain hal-hal penting di atas, untuk dapat memastikan kualitas makanan beku, kita bisa memilih makanan beku yang memiliki kemasan, bukan makanan beku curah. Memang harga makanan beku curah terkesan lebih murah. Tapi, dijual dalam keadaan terbuka, makanan curah juga bisa sangat mudah terkontaminasi.

Misalnya saja untuk sosis, kita bisa memilih sosis dengan selongsong berbahan Devro Polyamide Casing. Devro Polyamide Casing mempunyai harga yang lebih murah dibanding jenis casing sosis lainnya, juga bisa meningkatkan daya tahan produk.

Selain menggunakan Devro Polyamide Casing sosis kita juga bisa menggunakan ABASTOL 2060 S, karena fungsi dari ABASTOL 2060 S ialah untuk dapat menjaga tekstur sosis agar tetap kenyal dan menjaga kadar air dalam sosis agar tidak mudah rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *